Artikel ini akan membahas secara
mendalam tentang penyumbatan darah, termasuk faktor penyebab, risiko yang
mengintai, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat kamu lakukan untuk
menjaga kesehatan pembuluh darahmu.
Penyebab Utama Penyumbatan Darah
Penyumbatan darah bisa terjadi
akibat berbagai faktor yang mempengaruhi kondisi pembuluh darah dan sistem
sirkulasi tubuh. Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:
Kolesterol Tinggi
Kadar kolesterol jahat (LDL) yang
berlebihan dalam darah dapat menempel pada dinding pembuluh darah dan membentuk
plak. Seiring waktu, plak ini semakin menebal, menyempitkan arteri, dan
menghambat aliran darah. Inilah yang dikenal sebagai aterosklerosis, kondisi
yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Faktor Genetik
Jika keluargamu memiliki riwayat
penyakit jantung atau gangguan pembuluh darah, maka risiko terkena penyumbatan
darah juga lebih tinggi. Mutasi gen tertentu dapat membuat seseorang lebih
rentan mengalami gangguan metabolisme lemak dan pembekuan darah yang tidak
normal.
Gaya Hidup Buruk
Kurang berolahraga, sering
mengonsumsi makanan berlemak, merokok, dan stres berlebihan bisa memperburuk
kondisi pembuluh darah. Kebiasaan buruk ini tidak hanya mempercepat pembentukan
plak di arteri tetapi juga meningkatkan tekanan darah yang memperburuk aliran
darah.
Faktor Risiko Penyumbatan Darah
Selain penyebab langsung, ada
beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyumbatan
darah akibat kolesterol dan gangguan pembuluh darah lainnya:
Merokok dan Alkohol
Obesitas
Kelebihan berat badan
meningkatkan tekanan pada sistem sirkulasi dan memicu inflamasi dalam tubuh.
Lemak berlebih di sekitar perut juga dapat meningkatkan kadar LDL (kolesterol
jahat) dan menurunkan HDL (kolesterol baik), yang memperbesar risiko aterosklerosis.
Kurang Bergerak
Duduk terlalu lama, terutama bagi
pekerja kantoran atau mereka yang sering bepergian jauh, dapat meningkatkan
risiko trombosis vena dalam (DVT), yaitu kondisi di mana terbentuk gumpalan
darah di dalam vena yang bisa berujung pada komplikasi serius seperti emboli
paru.
Gejala Penyumbatan Darah
Penyumbatan darah sering
berkembang secara perlahan dan tanpa gejala yang nyata di tahap awal. Namun,
ada beberapa tanda yang bisa menjadi peringatan serius:
Nyeri Dada
Jika penyumbatan terjadi di
pembuluh darah jantung (arteri koroner), gejalanya bisa berupa nyeri atau
tekanan di dada (angina). Rasa sakit ini bisa menjalar ke lengan, leher, dan
punggung, terutama saat beraktivitas.
Pembengkakan
Penyumbatan di pembuluh darah
kaki atau tangan dapat menyebabkan pembengkakan yang tidak normal. Biasanya,
kaki terasa lebih berat, kemerahan, dan terasa hangat saat disentuh.
Pusing atau Sesak Napas
Ketika aliran darah ke otak
terganggu, kamu mungkin mengalami pusing, kebingungan, atau bahkan kehilangan
keseimbangan. Jika penyumbatan terjadi di arteri paru-paru, sesak napas bisa
menjadi gejala utama yang tidak boleh diabaikan.
Periksakan Kesehatan Pembuluh Darah Anda
Pencegahan terbaik adalah dengan
menerapkan pola hidup sehat, termasuk mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak,
berhenti merokok, berolahraga secara teratur, dan menjaga berat badan ideal.
Banyak orang berpikir bahwa
penyumbatan darah hanya menyerang orang tua atau mereka yang sudah memiliki
riwayat penyakit jantung. Namun, faktanya, kondisi ini bisa menyerang siapa
saja, termasuk mereka yang tampak sehat di luar.
Mencegah lebih mudah daripada
mengobati. Jika kamu mulai menerapkan kebiasaan sehat dari sekarang, kamu bisa
mengurangi risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan.
Referensi
- https://www.heart.org/en/health-topics/cholesterol/about-cholesterol
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6958080/
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/blood-clots/symptoms-causes/syc-20350631